Rabu, 22 Juni 2011

Rahasia Ikhlas

Ada seorang teman yang bercerita pada saya tentang kejadian aneh beberapa tahun lalu di desanya. Katanya didesanya pernah ada proyek pelebaran jalan. Saat beberapa alat berat terpaksa menggusur makam, disitu ada sebuah makam yang mayatnya masih utuh dan tidak busuk, padahal makamnya sudah puluhan tahun. Setelah dicari tahu oleh penduduk setempat siapa identitas mayat tersebut, ternyata diketahui bahwa mayat tersebut adalah mayat seorang dukun bayi. Orang- orang setempat yang mengenal dukun bayi itu menceritakan bahwa dukun bayi itu adalah dukun terbaik didesanya, ia tak pernah meminta bayaran jika menolong orang melahirkan . Dukun itu bekerja tanpa pamrih, niatnya hanya menolong orang, meringankan beban orang lain dengan ikhlas ” Lillahi Ta’ala “, karena Allah , karena panggilan kemanusiaan.


“Maka tak heran jika Tuhan membalasnya dengan upah yang lebih baik, dukun itu mayatnya tidak busuk dan bisa jadi ia masuk syurga , ” Kata teman saya.


Keikhlasan memang masalah niat. Dalam agama Islam diajarkan bahwa segala ibadah yang dilakukan dengan tidak ikhlas atau ada tendensi lain, misal karena berharap pujian manusia, karena uang, karena segala hal selain Allah , maka ibadah itu tidak akan diterima oleh Allah. Allah tidak akan mencatatnya sebagai amal ibadah dan tidak ada upah pahalanya. Orang yang tidak ikhlas mungkin saja sukses karena mendapatkan apa yang diinginkan , misal menjadi kaya atau terkenal. Namun ia tidak mendapat upah pahala, bahkan ia akan mendapat murka tuhan jika dengan tujuannya itu ia akan merugikan manusia.


Dizaman sekarang ini semakin banyak manusia yang tidak memahami akan hal ini. Semua selalu dikaitkan dengan tendensi duniawi, semua bergerak atas dasar uang. Seorang dokter adalah ” dukun masa kini ” yang seharusnya profesi ini berlandaskan atas tujuan kemanusiaan, bukan semata- mata uang yang akhirnya menafikkan sisi- sisi kemanusiaan. Begitu pula dengan profesi- profesi lain, sebagai politikus atau pedagang, seharusnya semua didasarkan pada niat yang ikhlas ” Lillahi ta’ala “, sebagai panggilan ibadah , wujud pengabdian kita pada Tuhan yang maha Esa.


Hanya dengan niat ikhlas itulah Tuhan akan mencatatnya sebagai ibadah. Tanpa niat ikhlas maka kita tidak akan mendapatkan apa- apa kecuali materi yang terlalu sedikit.


Dekadensi kesadaran inilah yang kemudian membuahkan kondisi sosial yang saat ini semakin buruk . Saat ini semakin langka kita temui manusia yang memiliki keikhlasan, semua penuh dengan tendensi. Akhirnya rasa cinta dan kasih sayang antar sesama merosot tajam yang menciptakan dunia penuh bahaya dan kejam.


Seorang yang ikhlas bukanlah seorang yang bodoh. Justru ia memilih hasil yang lebih besar, ia melibatkan etika dan hatinya dalam berbuat. Ia memfungsikan sisi- sisi kemanusiaannya.


Seorang yang ikhlas Tuhan pun meridhoi, alam pun menghormati, bahkan bumi pun memuliakannya sampai mayatnya pun tidak dibuatnya busuk. Semua menjadi diberkahi.


Semoga kita semua bisa menjadi manusia- manusia yang ikhlas , karena tidak ada kekhawatiran bagi orang yang ikhlas. Mereka mendapat upah yang sangat besar dari Tuhannya.


Summber : http://unik.kompasiana.com/2011/06/09/rahasia-ikhlas/

0 komentar:

Posting Komentar