Kamis, 06 September 2012

Kesetiaanku di Balas dengan Pengkhianatan


Berawal dari pertemuan Putri dengan Alif menjadi sebuah kesakitan yang harus ia alami sampai sekarang. Putri adalah teman Jojon, Putri pikir Radit hanyalah seorang teman biasa. tapi Putri salah. Dia adalah seorang sahabat yg mengajarkannya banyak hal.

Awalnya Putri biasa-biasa saja dengan alif. tapi lama kelamaan alif mendekati Putri.

alif berusaha mendapatkan cinta Putri dengan berbagai cara, awalnya Putri fikir Alif hanya bercanda saja, bahkan sempat berfikir kalau Alif hanya ingin menunjukan keteman2nya bahwa dia mampu menaklukan hati Putri.
Sudah 10 hari berlalu.. tepatnya tanggal 18 Februari 2009, Akhirnya Putri menerima Alif sebagai kekasihnya, bukan karena Putri mulai mencintai Alif tapi karena Putri melihat Alif orang yang selalu bisa membuatnya tersenyum dengan berbagai macam leluconnya.

Hari demi hari mereka lewati Putri pun sudah mulai sayang kepada alif.


Tahun pun berganti tahun, Putri dan Alif saling menyayangi, saling berbagi suka dan duka, Putri yang selama ini kurang mendapat kasih sayang dari seorang ayah, perhatian, dan dukungan dari keluarga kini mendapatkan kasih sayang yang lebih, Alif selalu ada untuknya. akhirnya tak terduga mereka bisa sampai ke  tahun ke 3.


Alif memperkenalkan Putri ke keluarganya itu membuat putri semakin yakin akan keseriusan Alif, suatu hari Putri ingin dinikahkan dengan keluarganya sendiri, karena umur yang sudah matang Putripun membicarakan hal ini kepada Alif, Alif begitu dewasa menanggapinya, ingin melepas Putri dengan Ikhlas, namun itu hanya di bibir saja, hati dan perasaan Alif sangat mencintai Putri, Alif menggenggam lengan Putri sampai memar membuat Putri merasa yakin kalau Alif sangat tidak ingin kehilangan dia. Saat itu Putri memutuskan untuk menolak Lamaran itu karena dia tidak ingin mengecewakan Alif.


hubungan Alif dan Putri kembali seperti dulu, bahkan semakin kuat, mereka selalu saling mendukung dalam hal apapun. Alif berusaha untuk bisa menyelesaikan studynya secepat mungkin, tibalah Alif untuk melaksanakan salah satu kewajibannya sebagai mahasiswa yaitu Kuliah Kerja Nyata (KKN). Putri mendukung sepenuhnya kepergian Alif selama 2 bulan itu. Sebelum Pergi Alif menyempatkan diri untuk menjenguk Putri yang saat itu sedang tidak enak badan, setelah tiba di daerah yang terpencil itu Alifpun mengeluh karena menurutnya tidak ada yang mengasyikan di sana. Putri yang sedang sakitpun tidak menyampaikan lagi pada Alif bahwa dia sedang sakit karena tidak ingin orang yang sangat ia cintai itu khawatir akan dirinya.

Lama-kelamaan Putri merasakan hal yang berbeda dari alif.. setelah kurang lebih 1 minggu di lokasi KKN Alif berubah.. Alif seperti menghindar dari Putri.

Putri selalu memikirkan hal-hal yang positif dan tidak pernah berpikir negatif tentang Alif. Hingga suatu saat Alif mengatakan kalau dia akan kembali untuk mengurus KRSnya di kampus, itu adalah kabar bahagia untuk Putri karena rindunya yang sudah bertumpuk. Namun sayang sekali Alif benar-benar sudah berubah dia sibuk di kampus, dia hanya menyempatkan mengantarkan Putri pulang ke rumah. Diapun terburu-buru pulang dengan alasan sibuknya itu. Lagi-lagi Putri tidak berfikir negatif, Putri begitu percaya kepada kekasihnya itu. Saat pulang ke lokasi KKN Putri selalu telp atau mengirimkan sms ke alif. Namun apa?? Alif tidak pernah membalas semua itu.


Dan ketika rindu Putri bertumpuk alif pun akhirnya sms Putri. Putri pun senang ketika tau Alif sms dia..


“Putri, tolong jangan hubungi aku lagi, aku suka sama seseorang disini jadi tolong jangan ganggu aku lagi”


Tapi seketika Putri meneteskan air mata.. Saat itu Putri sedang berada dirumah sedang bersih-bersih.


Putri semakin terpuruk karena Alif memutuskannya.. Yah bagi seorang wanita yang benar-benar sayang sama pacarnya bakalan terima, karena menurut Putri mungkin ini yang terbaik buat Alif dan dia rela alif berpisah dengannya..


Hal-hal negatif selalu dihapus dalam benak Putri.


Putri tak sekalipun mencari tau tentang wanita itu, karena Putri ingin Alif kembali karena cinta yang tulus, bukan karena Putri berhasil menghancurkan hubungannya dengan wanita itu. teman-teman Aliflah yang selalu memberi kabar tentang wanita itu yang sama sekali tidak ingin diketahui oleh Putri, Putri hanya sekedar mendengar saja dan mengelus dada karena berita itu hanya menyakiti perasaannya. Sakit,kecewa,benci semua perasaan Putri bercampur aduk.. Putri sudah setia selama 3 tahun lebih dia menunggu alif.. Sayang yang begitu besar telah dia berikan kepada Alif.. Tapi apa yang dibalas Alif??

alif tidak pernah memikirkan perasaan Putri sedikit pun.. Bahkan Alif memutuskan Putri karena ada perempuan lain di hati alif.. Ini yang namanya Cinta??


Putri sudah memohon kepada Alif untuk kembali dengan berbagai cara, namun Alif membalas dengan pujian-pujiannya tentang pacar barunya itu, tanpa ia sadari semua itu menyakitkan bagi Putri.

Hari demi hari Putri tersakiti oleh semua kebohongan Alif. Semenjak hari itu Putri hanya bisa menangis. Sebagai sahabat yang perhatian dan sangat peduli Jojon sangat memotivasi Putri untuk tetap semangat dan berusaha melupakan Alif. Keluarga Alifpun tak henti-hentinya memotivasi Putri apalagi kakanya.


2 bulan sudah mereka putus dan Putri mulai bisa melupakan Alif walaupun sayang dan kesakitan Putri masih tetap ada.. Setidaknya tidak separah dulu.. Tapi Putri menjadi trauma untuk mencintai laki-laki karena ketulusan cintanya yang telah dikhianati.


Putri benar-benar sudah ikhlas melepas Alif, dia berusaha kembali menata hidupnya seorang diri, Alif yang sama skali tidak merasa bersalah itu tetap ingin komunikasi dengan Putri layaknya seorang teman. Putri yang sebenarnya tidak ingin karena lagi berusaha melupakan Alif tidak bisa menolak. Putri semakin tersiksa dengan keadaan ini, akhirnya Putri menyampaikan ketidaknyamanannya itu.
Hari lebaran tiba, Putri menyibukkan diri jalan-jalan bersama keluarganya, Putri tak mengenal lelah yang penting dia tidak sendiri dan bersedih karena mengingat Alif. Tak pernah Putri menyangka, Pagi Buta Alif menelfon Putri sekitar pukul 03.00, Putri masih terlelap tidur. Sebenarnya Putri tak ingin mengangkat telfon Alif tapi mungkin karena Masih ada rasa sayang itu Putri mengangkat dan memberanikan diri menyapa Alif.
Malam itu Alif meminta Putri untuk menjadi kekasihnya dengan alasan sudah putus dengan wanita yang merusak hubungannya itu. Bukannya senang mendengar  kabar itu, Putri malah tambah stress, karena usahanya tuk menghapus semua perasaannya kepada Alif  gagal. Alif kembali memberi harapan kepada Putri.

putri penasaran apa yang membuat mereka bisa putus? Tapi Putri tetap tak berusaha mencari tau karena yang terpenting bagi Putri
  adalah  kembali tersenyum seperti sebelum kehadiran Alif di hidupnya. Namun salah seorang teman yang begitu prihatin kepada keadaan putri dan sangat mengerti ketulusan cinta Putri memberi tahu Putri alasan mereka putus. Putri semakin sakit ketika tau itu.. ternyata Putri benar, Alif ingin kembali bukan karena masih mencintai Putri, bukan karena menyadari semua kesahalahannya terhadap Putri, tapi semata-mata karena dia ditinggal oleh kekasihnya itu.
Seperti biasanya Putri hanya bisa memendam semua perih yang ia rasakan, menerima sms dengan sebutan mesra membuat Putri bingung dengan statusnya. Berkali-kali Putri meminta kepada Alif untuk tidak menghubunginya lagi tapi Alif tetap saja melakukannya. Putripun mengikuti keinginan Alif, terserah Alif maunya apa, yang jelas Putri untuk saat itu tidak ingin menerima kembali Alif menjadi kekasihnya. 

Hari demi hari Putri dan Alif lewati seperti layaknya orang yang sedang pacaran.. Tapidi hati Putri masih tersimpan luka teramat. Kembali mendengar saran salah seorang teman dekat Alif bahwa Alif benar-benar menyadari kalau hanya Putri yang bisa mencintainya dengan tulus, akhirnya Putri kembali memberi kesempatan kepada Alif hingga mereka kembali menjadi sepasang kekasih. Putri tetap belum yakin dengan perasaan Alif, tapi Putri berusaha untuk menerima Alif karena Putri masih sangat mencintai Alif. 

“apa dia memikirkan perasaan ku tiap kali dia KECEWAKAN aku?? ap ini yg namanya SAYANG?? menyakitkan demi memikirkan dirinya sendiri dan nggak pernah mikiri perasaaan ku??? Apa ini namanya CINTA yang selalu tidak peduli denganku??? Mungkin hanya Tuhan yg tau jawaban dari semua pertanyaan itu..” dalam pikiran Putri.


Yang terpenting sekarang Alif sudah kembali pada Putri, Putri akan mencoba untuk mengembalikan kepercayaannya kepada Alif, semoga Alifpun demikian berusaha mengembalikan kepercayaan yang pernah di berikan Putri.
 ini kesempatan terakhir yang diberi Putri Untuk Alif, semoga ini yang terakhir buat Putri mendapatkan penghianatan dari orang yg SANGAT PUTRI SAYANGI..

Seperti kaca yang pecah karena terjatuh tetapi ketika kaca itu mulai disusun dia masih bisa tersusun walaupun tidak utuh.. tapi jika kaca itu jatuh lagi apa bisa tersusun lagi??

Baca Selengkapnya

Rabu, 21 Maret 2012

Nasehat Bijak Sang Ayah

Dahulu kala ada 2 orang kakak beradik. Ketika ayahnya meninggal sebelumnya berpesan dua hal: pertama jangan menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadamu, dan kedua, jika mereka pergi dari rumah ke toko jangan sampai mukanya terkena sinar matahari.

Waktu berjalan terus. Dan kenyataan terjadi, bahwa beberapa tahun setelah ayahnya meninggal anak yang sulung bertambah kaya sedang yang bungsu menjadi semakin miskin.

Ibunya yang masih hidup menanyakan hal itu kepada mereka.
Jawab anak yang bungsu : Inilah karena saya mengikuti pesan ayah. Ayah berpesan bahwa saya tidak boleh menagih hutang kepada orang yang berhutang kepadaku, dan sebagai akibatnya modalku susut karena orang yang berhutang kepadaku tidak membayar sementara aku tidak boleh menagih. Juga ayah berpesan supaya kalau saya pergi atau pulang dari rumah ke toko dan sebaliknya tidak boleh terkena sinar matahari. Akibatnya saya harus naik becak atau andong. Sebetulnya dengan jalan kaki saja cukup, tetapi karena pesan ayah demikian maka akibatnya pengeluaranku bertambah banyak.

Kepada anak yang sulung yang bertambah kaya, ibupun bertanya hal yang sama.
Jawab anak sulung : Ini semua adalah karena saya mentaati pesan ayah. Karena ayah berpesan supaya saya tidak menagih kepada orang yang berhutang kepada saya, maka saya tidak menghutangkan sehingga dengan demikian modal tidak susut. Juga ayah berpesan agar supaya jika saya berangkat ke toko atau pulang dari toko tidak boleh terkena sinar matahari, maka saya berangkat ke toko sebelum matahari terbit dan pulang sesudah matahari terbenam. Akibatnya toko saya buka sebelum toko lain buka, dan tutup jauh sesudah toko yang lain tutup. Sehingga karena kebiasaan itu, orang menjadi tahu dan tokoku menjadi laris ,karena mempunyai jam kerja lebih lama.


Sumber : Gudangnya Cerita

Baca Selengkapnya

Cerita dan Kebenaran


Alkisah, ada seorang wanita yang sangat cantik, yang senang berjalan keliling kota. Ia selalu menjadi pusat perhatian karena kecantikannya. Setiap orang selalu ingin memandangnya, menyapanya, bertanya kepadanya, menghabiskan waktu bersamanya dan berbicara kepadanya. Di kota itu juga hidup seorang wanita lain. Dia juga sangat cantik, tetapi karena kemiskinannya ia tidak mampu memiliki pakaian yang indah-indah dan karena itu tak ada seorangpun yang ingin berurusan dengannya. Wanita itu menjadi sedih dan kesepian. Wanita itu sering memandang wanita cantik itu, yang selalu berpakaian sangat indah dan dengan semua perhatian yang didapatnya karena keindahan pakaiannya. Wanita miskin itu selalu berharap bahwa suatu saat nanti orang-orang juga akan memperhatikan dirinya karena wanita itu mempunyai banyak hal yang ingin ia bagikan kepada banyak orang.

Suatu hari wanita miskin itu memberanikan diri untuk menemui dan berbicara kepada wanita yang berbusana indah itu. "Permisi, katanya dengan suara yang lirih. Bolehkah saya meminta bantuan anda?" Wanita berbusana indah yang baik hati itu kemudian berhenti dan tersenyum keada wanita miskin itu.
"Tentu saja," jawabnya. "Apa yang bisa saya bantu?"
"Begini," kata wanita itu. "Anda sangat cantik dan selalu berbusana indah, sehingga semua orang akan berkeinginan untuk bertemu anda. Sedangkan saya hanyalah seorang miskin yang tentunya tidak mampu membeli pakaian yang indah, sehingga tak ada seorangpun ingin memperhatikan saya. Saya ingin untuk sehari saja boleh bersembunyi di dalam salah satu baju indah anda dan berjalan keliling kota bersama anda. Mungkin dengan demikian orang-orang akan memperhatikan saya, karena saya mempunyai hal penting yang perlu saya ceritakan kepada orang-orang. Mengenai nilai-nilai kehidupan, 'ah' andai saja mereka tahu itu."

Wanita cantik, elegan dan berbusana indah itu segera mengabulkan permintaan wanita miskin itu. Esok paginya, wanita cantik itu membungkus wanita miskin itu dengan baju indahnya, dan kemudian berjalan keliling kota bersamanya. Dimana-mana, seperti biasanya, semua orang akan sibuk memperhatikan wanita itu. Sekarang ia dan ditambah dengan satu lagi wanita cantik berbusana indah yang berjalan bersamanya. Selama berjalan, wanita berbusana indah itu akan berbicara dan mendengarkan cerita-cerita wanita miskin itu. Wanita cantk itu kemudian mengetahui betapa bijaksana wanita miskin itu, dan karena itu pulalah kemudian mereka menjadi sahabat. Sejak hari itu mereka selalu berjalan berdampingan, sampai sekarang di dunia ini.

Siapakah nama wanita cantik berbaju jelek itu? Dia dikenal sebagai 'kebenaran' , dan wanita cantik berbaju indah itu? Ia yang semua orang kagumi adalah bernama 'cerita.'
Baca Selengkapnya

Jangan Berputus Asa pada Rezeki Allah

“Janganlah berputus asa pada rezeki Allah,” pesan Imam Ahmad bin Hambal. Pesan imam mi bukan tanpa bukti. Diceritakan tentang kisah Rasulullah Saw mengenai seekor ulat yang hidup di dasar laut atas rezeki Allah Swt. Ketika itu, Rasulullah sedang mengadakan acara walimatul ‘ursy dengan seorang wanita sebagai istrinya. Saat para sahabat yang diundang menyaksikan makanan yang dijamukan Rasulullah, mereka membincangkan dan mana Rasulullah akan menghidupi istri-istrinya. Maklum, jamuan walimahnya saja begitu sederhana


Allah Swt. berfirman:

“Manusia tidak jemu memohon kebaikan, dan jika mereka ditimpa malapetaka dia menjadi putus asa lagi putus harapan.” (QS. Fushilat (41): 49).


Usai shalat berjamaah, Rasulullah lalu bercerita tentang masalah rezeki kepada para sahabatnya yang diundang itu. “ini kisah yang disampaikan oleh MalaikatJibril, boleh aku bercerita?” tanya Nabi. Para sahabat pun langsung mengiyakan dengan penuh antusias. Lalu, berceritalah Nabi Saw. tentang Nabi Sulaiman yang sedang shalat di tepi pantai. Sulaiman melihat seekor semut berjalan di atas air sambil membawa daun hijau seraya memanggil katak. Setelah itu, muncullah katak dan menggendong semut menuju dasar laut.


Apa yang terjadi di dasar laut? Semut menceritakan bahwa di dasar laut itu berdiam seekor ulat yang soal rezekinya dipasrahkan kepada semut itu. “Sehari dua kali aku diantar malaikat ke dasar laut untuk memberi makanan kepada ulat,” kata semut.
“Siapa malaikat itu?” tanya Nabi Sulaiman As.
“Ya yang menjelma menjadi katak itu,” jawabnya. Setiap usai menerima kiriman daun hijau dan memakannya, si ulat mengucapkan syukur kepada Allah. “Maha Besar Allah yang menakdirkan aku hidup di dalam laut,” kata ulat.


Di akhir ceritanya, Rasulullah Saw. lalu berkata, “Jika ulat yang tinggal di dasar laut saja Allah masih tetap memberinya makan, apakah Allah tega menelantarkan umat Muhammad soal rezeki dan rahmat-Nya?” tandas Rasulullah.


Kisah senada dapat pula kita simak. Syekh Imam az-Zahidi pada suatu hari ingin sekali membuktikan bahwa rezeki setiap makhluk itu memang betul-betul telah ditanggung Allah Swt. Ia segera pergi ke hutan, lantas naik ke sebuah bukit dan memasuki gua. Kemudian dia duduk manis di dalamnya seraya memperbanyak tasbih sebagaimana kebiasaannya sehari-hari. Dia pun ingin sekali melihat dengan mata kepalanya sendiri, bagaimana Allah memberi rezeki kepadanya. Ketika itu, dia juga berniat tidak akan memakan apa pun kecuali jika makanan itu masuk sendiri ke dalam mulutnya tanpa dengan suatu usaha.


Setelah keberadaannya dalam gua itu dirasakan cukup lama, dan perutnya mulai merasakan lapar, tiba-tiba saja dia melihat sebuah kafilah yang tersesat, hujan pun turun dengan lebatnya, sehingga memaksa rombongan itu mencari tempat berteduh. Anehnya, yang ditemukan mereka justru gua yang dimasuki az-Zahidi tersebut. Setelah mereka memasuki gua seluruhnya, sejenak kemudian mereka terkejut melihat az Zahidi. Maka, segeralah mereka memanggilnya, “Hai penghuni gua!”
Namun, az-Zahidi hanya diam, berpura-pura tidak mendengar dan malah berlagak seperti orang kedinginan. “Mungkin saja orang ini kedinginan hingga tidak mampu untuk berbicara,” ucap seorang di antara kafilah itu.


Mereka segera mengumpulkan sampah-sampah gua untuk dibakar di dekat az-Zahidi dengan maksud agar badannya menjadi hangat. Setelah itu, mereka mengajak berbicara lagi, namun sepatah kata pun tidak keluar dan mulutnya. Maka, seseorang di antara mereka mengatakan, “Mungkin saja dia telah lama kelaparan.”


Sejenak kemudian, yang lain mengambil makanan yang ditaruhkan pada sebuah piring dan langsung disodorkan tepat di muka az-Zahidi. Lagi-lagi dia tidak bereaksi. Maka, seseorang berkata lagi, “Kita buatkan saja susu panas dan bekal kita dan kita bubuhi gula agar terasa lebih nikmat dan mudah ditelan.”


Beberapa saat kemudian segelas susu telah tersaji di gelas yang begitu mengundang selera. Ternyata, azZahidi tetap saja diam tidak bergerak. Malah seorang lagi mengatakan, “Wahai kawan, aku lihat mulutnya begitu rapat terkatup, mungkin saja dia kesulitan membukanya karena terlalu lama kedinginan, untuk itu tolong kalian mengambil pahat, kita congkel saja mulutnya agar bisa kita masuki makanan.”


Maka segera saja dua orang maju di samping az-Zahidi dengan membawa sebuah pahat untuk mencongkel mulutnya dan segera menjejali makanan ke dalamnya. Tepat saat ujung pahat tersebut telah menyentuh bibir az-Zahidi, gelak tawanya tidak tentahank n lagi. Mereka pun terkejut seraya mengatakan, “Gila kau!”


“Tidak, aku tidak gila, aku hanya ingin membuktikan bagaimana Allah betul-betul memberikan rezeki pada setiap hamba-Nya. Kesemuanya, kini telah terbukti bahwa Allah sungguh telah membagi rezeki hamba-hamba-Nya di mana pun berada, oh… hatiku kini betul-betul begitu mantap,” begitu az-Zahidi mengatakan pada mereka.


“… Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya. Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan) nya. Sesungguhnya, Allah melaksanakan artisan yang (dikehendaki)Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” (QS. ath-Thalaaq [65]: 2-3).


Pernah pula, pada suatu hari dua orang yang sama-sama buta duduk menghadang Ummu Ja’far yang terkenal sebagai seorang ibu dermawan. Keduanya bermaksud agar mendapatkan sedekah darinya. Orang buta satunya sudah berkeluarga dan mempunyai banyak anak, maka dia lantas berdoa, “Ya Allah, berilah aku kemurahan rezeki-Mu yang begitu luas itu.”


Yang satunya lagi belum kawin, dan ketika itu dia berdoa, “Ya Allah, murahkanlah hati Ummu Ja’fan agar mau bersedekah kepadaku.”


Di saat itu, ternyata Ummu JaÂ’far telah berada di depan meneka hingga mendengar sendiri doa masing-masing orang buta itu. Begitu tersanjung hati Ummu J aÂ’far ketika mendengar doa orang buta lajang ini, sehingga langsung saja dia memberi dua bungkus roti beserta ayam panggang sebagai lauknya yang di dalamnya disisipi uang tiga ratus dinar, namun dia tidak memberi tahu mengenai barang atau jumlah uang yang diberikannya. Sementara itu, si buta yang berdoa dengan mengandalkan kemurahan Allah hanya diberi uang dua dirham, itu saja.


Syahdan, Si buta yang menerima ayam panggang dan dua bungkus roti, ketika itu masih merasa kenyang hingga mengatakan pada seorang kawannya tadi, “Hai kawan, aku masih kenyang, untuk itu akan lebih baik jika kau beli saja makanan pemberian Ummu Ja’far ini, bagaimana?” desak si lajang.
“Berapa harganya?” tanya yang berkeluarga. “Cukup dengan dua dirham pemberian Ummu Ja’far tadi,” jawab Si lajang.


Peristiwa ini berjalan biasa-biasa saja. Namun, setelah satu bulan berlalu si lajang pun meminta Sedekah lagi pada Ummu Ja’far. Kali ini, kecurigaan Ummu Ja’far sudah tidak bisa ditutupi lagi, maka segera saja ia bertanya, “Tidakkah cukup uang tiga ratus dinar untuk membiayai hidupmu yang masih lajang itu dalam jangka dua bulan?”


Mendengar jawaban ini, si lajang terbengong-bengong seraya mengatakan, “Ibu kan dulu hanya memberikan dua bungkus roti dan seekor ayam pang gang, dan itu pun telah kujual pada kawanku yang telah berkeluarga tersebut.”


Sekarang, ganti UmmuJa’far yang kebingungan. Sesaat kemudian, ibu itu mengatakan, “Memang benar ucapan kawanmu yang telah berkeluarga itu, dia telah memohon kepada Allah agar dimurahkan rezekinya, ternyata Allah telah memperkenankan doanya hingga Dia memberinya rezeki tanpa diduga sebelumnya. Sedangkan, kau sendiri meminta kepadaku untuk bermurah hati, namun Allah tidak menghendaki dirimu berkecukupan sehingga terjadilah apa yang seharusnya terjadi,” begitu nasihat UmmuJa’far.


Dan kisah-kisah di atas, kita bisa mengambil pelajaran berharga agar kita mengerti bahwa kaya dan miskin itu sudah ditetapkan Allah. Dia telah menentukan nasib seluruh manusia dengan bagian rezekinya masing-masing. Karena itu, tepatlah bila Syekh al-’Izz bin Abdis Salam al-Mishri pernah berkata: “Allah Swt. telah menciptakan manusia dalam berbagai derajat dan lapisan, dengan maksud agar orang yang kaya bisa menyuruh pihak orang miskin. Hal demikian merupakan bentuk keadilan Allah. Jika tidak ada kebijaksanaan seperti itu, siapa yang akan mengerjakan sawah, ladang, bekerja di pabrik-pabrik, atau yang mau menjadi suruhan dengan upah sepantasnya. Keharmonisan seperti ini tiada lain agar kemaslahatan umat tercipta, di samping untuk menguji agar dapat diketahui mereka yang ulet dalam menghadapi kehidupan ini dan mereka yang sabar dan ridha dalam menghadapi qadha’ dan qadar-Nya.”


Apa yang dikatakan oleh Syekh al-Â’Izz bin Abdis Salam al-Mishri tersebut tentu akan mengingatkan kita tentang hikmahnya mengapa Allah Swt. menjadikan golongan tertentu kaya dan golongan yang lain miskin. Di antara rujukan yang bisa kita dapat adalah uraian HerbertJ. Gans dalam The Uses of Poverty, yang menyebutkan fungsi seseorang dijadikan miskin yang dikaitkan pula dengan adanya orang-orang kaya.


Di antara fungsi atau jasa-jasa orang miskin— sebagaimana yang disebutkan oleh Herbert J. Gans— adalah: (1) kemiskinan (orang-orang miskin) bermanfaat untuk menyubsidi berbagai kegiatan ekonomi yang menguntungkan satu sama yang lain; (2) kemiskinan adalah menyediakan tenaga kerja, artinya mana mungkin orang mau bekerja bila tidak sangat membutuhkan; (3) kemiskinan dapat menambah atau memperpanjang nilai guna barang atau jasa. Tidakkah Anda pernah menyaksikan di televisi, bagaimana senangnya orang-orang yang terkena gempa dan menjadi miskin menerima bantuan pakaian-pakaian bekas?; (4) kemiskinan adalah memperteguh status sosial orang-orang kaya; dan (5) kemiskinan dapat menyediakan lapangan kerja.

Baca Selengkapnya

Jumat, 17 Februari 2012

Sabar Menghadapi Cobaan

Pernahkah kita merasa bahwa Tuhan sedang menguji kita?

Kita cenderung mengatakan kalau kita ditimpa kesusahan maka kita sedang mendapat cobaan dan ujian dari Tuhan. Jarang sekali kalau kita dapat rahmat melimpah dan kebahagiaan kita teringat bahwa itu pun merupakan ujian dan cobaan dari Tuhan. Ada di antara kita yang tak sanggup menghadapi ujian itu dan boleh jadi ada pula di antara kita yang tegar menghadapinya.


Bukankah Tuhan tidak pernah memberikan beban yang melampui kemampuan manusia? Jadi jika kita menghadapi suatu masalah hadapilah masalah tersebut dengan penuh kepasrahan kepada-NYA. Hanya karena Dia-lah segala sesuatu ada dan tidak ada.


Setiap derap kehidupan kita merupakan cobaan dari Tuhan. Kita tak mampu menghindar dari ujian dan cobaan tersebut, yang bisa kita pinta adalah agar cobaan tersebut sanggup
kita jalani. Cobaan yang datang ke dalam hidup kita bisa berupa rasa takut, rasa lapar, kurang harta dan lainnya.


Bukankah karena alasan takut lapar saudara kita bersedia mulai dari membunuh hanya karena persoalan uang seratus rupiah sampai dengan berani memalsu kuitansi atau menerima komisi tak sah jutaan rupiah?


Bukankah karena rasa takut akan kehilangan jabatan membuat sebagian saudara kita pergi ke “orang pintar” agar bertahan pada posisinya atau supaya malah meningkat ke “kursi” yang lebih empuk?


Bukankah karena takut kehabisan harta kita jadi enggan berbagi rejeki kepada sesama?


Bersabarlah. Karena orang sabar akan selalu mendapat rahmat dan karunia Tuhan.


Memang tidak mudah menjadi orang sabar, biasanya kita akan cepat-cepat berdalih, “Yah.. Sabar kan ada batasnya.” Atau lidah kita berseru, “Sabar sih sabar.. Saya sih kuat tidak makan enak, tapi anak dan isteri saya?” Memang, manusia selalu dipenuhi dengan pembenaran-pembenaran yang ia ciptakan sendiri.


Karena kita semua adalah adalah milik Tuhan dan kepadaNya-lah kita akan kembali.


Setiap musibah, cobaan dan ujian itu tidaklah berarti apa-apa, kita berasal dari-Nya, dan baik suka maupun duka, diuji atau tidak, kita pasti akan kembali kepada-Nya. Ujian apapun itu datangnya dari Tuhan, dan hasil ujian itu akan kembali kepada Tuhan.


Apakah kita rela bila mobil yang kita beli dengan susah payah hasil keringat sendiri tiba-tiba hilang?


Apakah kita rela bila proyek yang sudah di depan mata, tiba-tiba tidak jadi diberikan kepada kita, dan diberikan kepada saingan kita?


Apakah kita menjadi iri dan dengki kita bila melihat tetangga kita sudah membeli TV baru, mobil baru atau malah rumah baru?


Bisakah kita mengucap pelan-pelan dengan penuh kesadaran, bahwa semuanya dari Tuhan dan akan kembali kepada Tuhan?


Kita ini tercipta dari tanah dan akan kembali menjadi tanah. Bila kita mampu mengingat dan mengerti arti kalimat tersebut, di tengah ujian dan cobaan yang menerpa kehidupan kita, maka Tuhan akan memberikan “hadiah” yang setimpal di hari penghakiman nanti.


Sudah siapkah kita menerima “hadiah” yang akan di berikan oleh Tuhan di hari penghakiman nanti?

Baca Selengkapnya