Rabu, 22 Juni 2011

Keikhlasan

Bukan hal yang mudah untuk menjadikan keikhlasan sebagai niat disetiap apa yang ingin kita lakukan lebih-lebih jika itu berkaitan dengan ibadah, keikhlasan karena Allah SWT. Kita mampu untuk mengatakan “ ya aku ikhlas” namun belum tentu kata itu mengalir dari lubuk hati kita yang paling dalam.

Mudah bagiku mungkin juga mudah bagimu berkorban sesuatu demi orang yang kita cintai dan mencintai kita…orang tua, suami/ istri, saudara, dan orang lain. Mereka yang banyak membantu kita walau tidak setiap waktu. Sampai-sampai kita enggan jikalau mereka terluka hatinya jika kita tidak memperhatikannya dan itu butuh keikhlasan.


Mereka adalah makhluk Allah dan pasti suatu saat akan kembali padanya. Lalu kepada siapa lagi kita akan berkorban.


Bagaimana jika dalam pikiran kita terlintas, apakah aku sudah berkorban untuk Allah? Bagaimana dengan ibadahku selama ini, adakah keikhlasan dalam hati untuk Nya? Pernahkah aku memperhatikan Nya di setiap langkahku, kehidupanku?


Jelas bahwa Allah tak pernah meninggalkan kita. Memberikan kenikmatan yang tak mungkin bisa kita hitung dari sejak Allah meniupkan roh kita saat dalam kandungan hingga saat ini bahkan saat nanti.


Aku harus belajar untuk menjadikan keikhlasan sebagai niatku untuk menjalankan rutinitas hidupku. Aku perlu belajar kepada orang-orang yang berhasil melakukannya. Kepada siapakah gerangan???
Cukuplah Allah SWT tempat kembali kita meminta petunjuk dan akan butuh waktu yang tidak sedikit.


Bantu aku juga teman…saudaraku sesama makhluk Allah SWT.


sumber : http://senyuman.wordpress.com/2007/11/23/keikhlasan/#more-49

Baca Selengkapnya

Rahasia Ikhlas

Ada seorang teman yang bercerita pada saya tentang kejadian aneh beberapa tahun lalu di desanya. Katanya didesanya pernah ada proyek pelebaran jalan. Saat beberapa alat berat terpaksa menggusur makam, disitu ada sebuah makam yang mayatnya masih utuh dan tidak busuk, padahal makamnya sudah puluhan tahun. Setelah dicari tahu oleh penduduk setempat siapa identitas mayat tersebut, ternyata diketahui bahwa mayat tersebut adalah mayat seorang dukun bayi. Orang- orang setempat yang mengenal dukun bayi itu menceritakan bahwa dukun bayi itu adalah dukun terbaik didesanya, ia tak pernah meminta bayaran jika menolong orang melahirkan . Dukun itu bekerja tanpa pamrih, niatnya hanya menolong orang, meringankan beban orang lain dengan ikhlas ” Lillahi Ta’ala “, karena Allah , karena panggilan kemanusiaan.


“Maka tak heran jika Tuhan membalasnya dengan upah yang lebih baik, dukun itu mayatnya tidak busuk dan bisa jadi ia masuk syurga , ” Kata teman saya.


Keikhlasan memang masalah niat. Dalam agama Islam diajarkan bahwa segala ibadah yang dilakukan dengan tidak ikhlas atau ada tendensi lain, misal karena berharap pujian manusia, karena uang, karena segala hal selain Allah , maka ibadah itu tidak akan diterima oleh Allah. Allah tidak akan mencatatnya sebagai amal ibadah dan tidak ada upah pahalanya. Orang yang tidak ikhlas mungkin saja sukses karena mendapatkan apa yang diinginkan , misal menjadi kaya atau terkenal. Namun ia tidak mendapat upah pahala, bahkan ia akan mendapat murka tuhan jika dengan tujuannya itu ia akan merugikan manusia.


Dizaman sekarang ini semakin banyak manusia yang tidak memahami akan hal ini. Semua selalu dikaitkan dengan tendensi duniawi, semua bergerak atas dasar uang. Seorang dokter adalah ” dukun masa kini ” yang seharusnya profesi ini berlandaskan atas tujuan kemanusiaan, bukan semata- mata uang yang akhirnya menafikkan sisi- sisi kemanusiaan. Begitu pula dengan profesi- profesi lain, sebagai politikus atau pedagang, seharusnya semua didasarkan pada niat yang ikhlas ” Lillahi ta’ala “, sebagai panggilan ibadah , wujud pengabdian kita pada Tuhan yang maha Esa.


Hanya dengan niat ikhlas itulah Tuhan akan mencatatnya sebagai ibadah. Tanpa niat ikhlas maka kita tidak akan mendapatkan apa- apa kecuali materi yang terlalu sedikit.


Dekadensi kesadaran inilah yang kemudian membuahkan kondisi sosial yang saat ini semakin buruk . Saat ini semakin langka kita temui manusia yang memiliki keikhlasan, semua penuh dengan tendensi. Akhirnya rasa cinta dan kasih sayang antar sesama merosot tajam yang menciptakan dunia penuh bahaya dan kejam.


Seorang yang ikhlas bukanlah seorang yang bodoh. Justru ia memilih hasil yang lebih besar, ia melibatkan etika dan hatinya dalam berbuat. Ia memfungsikan sisi- sisi kemanusiaannya.


Seorang yang ikhlas Tuhan pun meridhoi, alam pun menghormati, bahkan bumi pun memuliakannya sampai mayatnya pun tidak dibuatnya busuk. Semua menjadi diberkahi.


Semoga kita semua bisa menjadi manusia- manusia yang ikhlas , karena tidak ada kekhawatiran bagi orang yang ikhlas. Mereka mendapat upah yang sangat besar dari Tuhannya.


Summber : http://unik.kompasiana.com/2011/06/09/rahasia-ikhlas/

Baca Selengkapnya

Selasa, 07 Juni 2011

Belajar Hidup dari Orangutan

Konon menurut para ilmuwan yang mendalami masalah permonyetan (primatologi), manusia itu genetiknya berdekatan. Malah ada yang bilang orangutan, gorilla atau simpanse, lebih dari 90 % sama dengan manusia. Oleh karena itu, percobaan berbagai jenis obat, sebelum dikonsumsi oleh manusia, dicobakan dulu ke monyet atau kera ini.

Sebelum diujicobakan ke bangsa primata, berbagai jenis obat sering diujicobakan ke tikus atau kelinci. Maka ada istilah "kelinci percobaan". Namun, berbagai jenis obat yang dicobakan ke tikus dan kelinci, mempunyai dampak yang tidak menggembirakan. Misalnya obat mual bagi wanita hamil, yang dicobakan ke kelinci, kemudian dikonsumsi oleh manusia (ibu hamil). dampaknya adalah cacat pada jabang bayi. Namun kini obat-obatan itu sudah aman, karena (konon) aman bagi "primata " percobaan.


Adalah sebuah pengalaman yang menarik, ketika saya melakukan penelitian "kera merah" ini di hutan Kalimantan Tengah. Saya mencoba, berbagai jenis makanan yang dimakan orangutan, baik daun, bunga, buah, kambium (kulit bagian dalam). umbut, jamur, kepompong dsb. Namun ada jenis tertentu yang saya sudah paham, yaitu Rangas. Jangankan memakan, kecipratan getahnya saja, bagai kena luka bakar.


Pada perang dunia ke II, monyet dijadikan "guru" bagi para serdadu Amerika. Misalnya (menurut catatan), serdadu yang terlibat perang di Pasifik, membawa beberapa ekor monyet (Monyet ekor panjang), dari Phillipina, dibawa ke Papua. Serdadu melihat jenis-jenis yang dimakan monyet, dan menirunya. Nah, kini monyet peninggalam serdadu itu, membawa masalah di Papua (termasuk Papua Indonesia), yang kini menjadi hama dan masalah bagi pertanian.


Kalau buah, rata-rata bisa dimakan, ada yang manis, sepat, asem, namun rupanya orangutan menyukai yang manis, seperti rambutan, duku atau durian. Bila pas musim durian (rupanya beberapa jenis binatang juga suka durian), maka kita harus hati-hati di seputaran pohon durian yang sedang berbuah. Apalagi bila sudah mulai masak dan jatuh. Di lantai hutan ratusan durian yang berserakan. Namun di sana juga berbagai jenis binatang ada. Mulai dari rusa, babi, orangutan ataupun beruang. Konon bila di Sumatera, lebih lengkap lagi binatangnya, ditambah harimau dan gajah. Plus manusia yang memakan segalanya, dan manusia merupakan "pesaing" utama bila musim durian. Berbagai jenis durian ada, mulai yang manis, sedikit pahit, gurih ataupun "hambar" tak berasa. Durinyapun ada yang panjang sekitar 5 cm lebih, atap yang pendek sesuai dengan yang biasa kita lihat.


Ada juga buah yang kulitnya sangat gatal sekali, namun bijinya gurih seperti kacang. Proses orangutan untuk mendapatkan biji tersebut, melalui proses, dengan meremas, atau menggosok gosokan di dahan, agar duri yang gatal terkelupas. Bukan main memang, orangutan yang hidup liar itu sudah memiliki cara untuk mendapatkan sesuatu.


Tapi ketika makan biji buah liar itu, saya sempat tertipu, hingga mual, muntah dan kepala pening sejenak. Ceritanya, pagi itu orangutan asyik makan, buahnya panjang seperti kacang panjang, tetapi daging buahnya warna kuning menawan. Saya langsung saja ambil dan makan. Rasanya memang manis, tetapi beberapa saat kemudian, mual dan muntah. Rupanya yang dimakan bukan daging buah tetapi biji, saya ketahui setelah aku amati bagian mana yang dimakan. Tertipu.


Kulit pohon, juga sangat disukai, khususnya kulit pohon kampas. Pohonya besar. Kadang orangutan jantan seharian betah, mengelupas dan memakan kulit bagian dalam. Memang rasanya manis, banyak airnya. Dan tentu banyak energi yang dikandung, karena merupakan air yang berasal dari tanah dan mengalir ke atas untuk dirubah menjadi karbohidrat. Biasanya pada musim kemarau ketika buah-buahan tidak banyak, atau daun muda belum berkuncup atau bunya belum mekar, orangutan sering memakan kulit poohon ini.


Ada buah yang juga disukai orangutan karena "gurih" rasanya, yaitu buah yang memiliki kulit yang keras. Sayapun mencobanya, tapi kerasnya kulit buah. Saya harus menggunakan parang atau batu atau palu untuk memecahnya. tetapi orangutan hanya dengan menggigit. Luar biasa kerasnya.


Ada sebuah pertanyaan bagi saya, ketika meneliti orangutan yang usai melahirkan. Sang Bunda hanya diam di sarang, sesekali jalan, hanya untuk mendapatkan daun tertentu. Konon daun itu juga digunakan orang pedalaman, untuk melancarkan atau mengeluarkan atau membersihkan rahim, bagi orang yang usai melahirkan. Memang perlu melakukan penelitian yang mendalam untuk beberapa jenis tumbuhan yang dimakan berbgai jenis satwa, khususnya primata.


Tak hanya daun, biji, buah, kulit dan bunga yang dikonsumsi kerah besar ini, tetapi juga jelutung. Jelutung adalah karet alam yang tumbuh di rawa-rawa. Getah karet alam ini. konon menjadi bahan dasar pembuatan permen karet. Orangutanpun, suka "mencicipi" getah yang manis itu.


Menurut Prof Birute Galdikas, peneliti orangutan sejak tahun 1971 ini, bahwa orangutan mempunyai peranan yang sangat penting dalam regenerasi hutan, termasuk penyebar biji-bijian. Ada sekitar 40 jenis tumbuhan yang disebarkan bijinya oleh orangutan.


Masih banyak misteri flora di alam, yang belum semua diungkap, untuk mencukupi kebutuhan manusia, tak hanya obat-obatan tetapi juga sumber pangan yang diperlukan. Kehilangan hutan, sama halnya dengan hilangnya sumber daya alam hayati yang belum dimanfaatkan secara optimal. Masih banyak jenis buah yang belum dibudi dayakan, atau tumbuhan lain yang bermanfaat.


Semoga lestari alam ini, bagi kehidupan flora dan fauna yang mempunyai manfaat bagi kehidupan kini dan yang akan datang.

Baca Selengkapnya

Kesetiaan Kunci Keluarga Bahagia

Rumah tangga ada yang berlangsung lama, masing-masing setia kepada perkawinannya hingga kakek nenek, ada yang ketika nikah, pernikahannya dilaksanakan dengan meriah, banyak tamu, banyak ucapan selamat, banyak kado, tetapi, bahtera baru sebentar berlayar, ombak demi ombak datang menghantamnya. Meski sarana materi boleh jadi tercukupi, tetapi di sana tidak lagi ada kelembutan, kemesraan dan kesetiaan. Agenda harian rumah tangga berubah menjadi pertengkaran, kebencian dan makian. Seorang istri karena setiap hari hatinya terluka karena perbuatan suami mengatakan, 'Saya setiap kali mendengar suara mobil suami datang, saya depresi dan tangan saya gemetar. Saya lebih senang bila suami tidak pulang.' Itulah gambaran cinta dan kasih sayang yang sudah tidak terawat lagi dalam rumah tangga.


Keanggunan hidup berumah tangga sangat bergantung kepada faktor kesetiaan di antara mereka. Ada hadis Nabi yang menjelaskan bahwa rumah tangga yang kesetiaannya hanya diikat oleh faktor harta benda, tunggulah kehancuran, karena tabiat harta memang curang. Ia hanya mau menemani dalam keadaan suka, sementara dalam keadaan duka harta justru sering menjadi pemicu permusuhan. Sebuah ungkapan menyebutkan, 'ada uang, abangku sayang, tak ada uang, abang kutendang. Ada uang berarti abang saya, tidak ada uang abang payah.


Ikatan keluarga juga penting sebagai perekat kesetiaan, tetapi tabiat manusia dalam ikatan kekeluargaan bersifat angin-anginan. Pameo berbunyi, famili itu jika berada di tempat yang jauh baunya wangi, tetapi jika berdekatan, apalagi serumah mudah berubah menjadi bau busuk. Konflik antar keluarga sering lebih sulit didamaikan dibanding konflik antar bukan keluarga.


Perekat kesetiaan yang kekal abadi adalah ikatan amal saleh, ikatan kebaikan. Suami isteri yang diikat oleh nilai-nilai kesucian, kebaikan dan ketaqwaan kepada Allah yang mengokohkan keluarga, tahan godaan, tahan banting, tahan ombak. Di kala suka mereka bersyukur, di kala duka mereka bersabar. Sepanjang zaman, mereka tetap kuat, tabah dan indah dan bahkan kebahagiaan dan keindahan masih tetap terasa meski yang satu sudah mendahului berada di alam lain. Pasangan yang demikianlah yang akan dapat menjadi pasangan bukan hanya seumur hidup, tetapi pasangan dunia akhirat.

Wassalam,

Baca Selengkapnya

Belajarlah, Mengapa Pria itu Brengesek

Mari kita membahas topik yang menarik ini. Ini tema yang tepat untuk ratusan wanita patah hati di luar sana. Aha! Bukan maksud menyinggung siapapun. Karna saya yakin setiap wanita pasti pernah merasakan patah hati. And I think it's normal.


Tapi ada sedikit yang berbeda di sini. Ini tentang sudut positifnya pria brengsek. Sekumpulan makhluk hidup yang sering menjadi bahan caci maki para wanita yang menamakan dirinya kumpulan-wanita-keren-patah-hati :))) Merekalah si pria brengsek yang selalu jadi topik hangat pembicaraan ratusan wanita-wanita malang yang merasa senasib sepenanggungan. Merekalah si pria brengsek yang selalu menghiasi dinding hati para wanita galau. Mereka jugalah yang selalu berhasil menghadiahi wanita air mata.


Saya sebagai wanita tulen, mewakili para wanita patah hati di dunia juga sama-sama pernah merasakan rasanya bertemu pria brengsek. Bagaimana proses jatuhnya air mata saat bertemu pria brengsek yang punya senyum sejuta dewa. Bagaimana tahap bergantung pada lagu-lagu cinta mehe-mehe. Dan lelahnya menunggu si handphone menampilkan namanya di layar. Tapi nama itu tak kunjung muncul.


Baiklah. kita akan membahas lagi tentang gak enaknya patah hati kapan-kapan. back to topic.


Banyak wanita yang gak terima kenapa harus dipertemukan dengan pria-pria brengsek itu. Banyak dari kita yang menyesal kenapa harus jatuh cinta pada orang yang salah secara berulang dan berkala. Banyak juga dari kita yang tak pernah berhenti menceritakan masa lalunya yang buruk dengan si pria-pria ini.Tapi kadang kita *para wanita malang* tak menyadari ALASAN. Kita tak pernah mau menerima kenyataan pahit, keadaan menyakitkan, dan orang yang ternyata tidak tepat untuk menjadi pasangan kita. Terdengar klise, tapi ini juga point penting.


Mungkin memang sudah menjadi sifat dasar manusia untuk menyalahkan orang lain lebih dulu sebelum bercermin akan kesalahan diri sendiri (begitupun saya) Dan hanya sedikit wanita yang mau bercermin lalu melihat ke dalam diri sendiri.


Ada seorang teman yang saya kenal yang selalu menangis dan mengeluh akan cinta. Dia tak pernah punya hubungan lebih dari 1 / 2 bulan. Bukannya saya membela pria-pria brengsek yang ia temui. Karna saya pun ikut mengakui. Tapi saya lebih melihat ke arah teman saya yang merasa dirinya sengsara ini. Ia tak pernah menyadari bahwa ia gampang terlena, mudah jatuh cinta, dan terlalu mudah untuk dibodohi.


Saya sadar bahwa cinta itu suka parkir di sembarang tempat. Tapi, oh. c'mmon dear. Walaupun kadar perasaan perempuan masih lebih besar daripada kadar logikanya, tapi tetep kita harus memperhatikan cara kerja otak kita dalam menangkap sinyal cinta. Cinta gak punya ukuran tapi bukan berarti gak bisa dikurangi porsinya.


Mungkin banyak juga wanita yang pintar dan tidak cukup bodoh u/ memilih pria tapi masih juga salah dalam memilih. Tapi coba kita lihat pada beberapa wanita yang dibrengseki karna ulahnya sendiri. Karna ia memang tidak bisa menjadi seseorang yang layak dicintai. Karna ia mudah dibodohi.


Ada beberapa alasan yang *setahu saya* selalu dijadikan alasan pria-pria brengsek ini


1. Tidak ingin menyakiti lebih jauh, jadi lebih baik pergi begitu saja
2. Sadar si wanita gampang dibodohi jadi pada akhirnya ia menjadikannya permainan
3. Emang gak pernah sayang


Walaupun alasan-alasan tadi tetep terbukti nggak baik dan salah, tapi ... *bukannya saya membela para pria brengsek itu* alasan tadi lumayan positif. Coba pikirkan baik-baik, bahwa setiap orang emang butuh alasan logis. Dan gak semua cowo brengsek gak pake hati juga.


Ini realita, kalo kita dipertemukan cowo brengsek ya harus nerima kenyataan. Toh pada akhirnya kita punya pelajaran *sepedih apapun itu*.Jujurlah pada diri sendiri bahwa kita juga punya andil kenapa si pria tiba-tiba pergi dan menyakiti hatimu. dan jadilah wanita yang layak dicintai. Karna setiap orang pasti akan pergi ke tempat yang menurutnya jauh lebih nyaman. So' dia akan selalu berada di sampingmu selama dia nyaman.

sumber : http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=18966
Baca Selengkapnya

Bersabar Itu Indah

Sepanjang kehidupan kita, ujian & cobaan datang silih berganti karena makna kehidupan itu sendiri adalah bagaimana menghadapinya. Ujian & cobaan kehidupan adalah tantangan yang akan memilah mana orang yang tahan uji dan mana orang yang lemah, Mana orang yang beriman dan mana orang tidak beriman. Bagi seorang mukmin kehidupan akan selalu mendatangkan keberuntungan karena ia bersyukur ketika memperoleh nikmat dan bersabar ketika menghadapi kesulitan. Sebaliknya orang tak beriman selalu tak beruntung, ketika memperoleh nikmat ia lupa diri dan ketika menghadapi kesulitan berat ia lupa ingatan. Sabar ialah tabah hati tanpa mengeluh dalam menghadapi cobaan dan rintangan, dalam jangka waktu tertentu, dalam rangka mencapai tujuan. Islam mengajarkan bersabar itu indah.

Pertama, tahan ketika menghadapi hantaman pertama. Rasulullah pernah bersabda, Innamassabru indassad matil uulaa. Artinya: Sabar yang sesungguhnya ialah ketika menghadapi hantaman pertama.


Kedua, ketika ditimpa musibah, segera mengingat Allah dan mohon ampunannya. Firman Allah, '(Orang-orang yang sabar ialah) mereka yang ketika ditimpa musibah, berkata, 'sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Nya.' (al Baqarah: 156).


Ketiga, tidak menampakkan musibahnya kepada orang lain, seperti yang dicontohkan oleh istri Abu Talkhah (Ummu Sulaim) ketika ditinggal mati anaknya. (dikisahkan dalam hadis Riwayat Muslim).


Keempat, sabar menghadapi semua cobaan dengan ikhlas kepada Allah. Allah berfirman dalam hadis Qudsy, 'HambaKu yang mukmin, yang bersabar dengan pasrah kepadaKu ketika kekasihnya Aku panggil kembali (mati), kepadanya tak ada balasan yang layak dari Ku selain surga.' (HR. Bukhari)


Wassalam,


sumber : http://www.wikimu.com/News/DisplayNews.aspx?id=18987

Baca Selengkapnya